SATUAN
ACARA PERKLULIAHAN ( SAP)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
|
Nama
Matakuliah
|
:
|
IPS-SD
|
|
Pokok
Bahasan
|
:
|
Konsep Dasar Sosiologi
|
|
Semester
|
:
|
1
(Satu) / Ganjil 2012/2013
|
|
Alokasi
Waktu
|
:
|
100 Menit
|
1. Kompetensi Dasar
Memahami tentang Konsep Dasar Sosiologi
dalam IPS SD
2. Indikator
- Menjelaskan obyek studi sosiologi.
- Menjelaskan tentang konsep dasar sosiologi dalam IPS SD.
c. Menjelaskan tentang materi IPS SD yang
berhubungan dengan konsep-konsep sosiologi.
3. Tujuan
- Mahasiswa dapat memahami tentang obyek studi sosiologi.
- Mahasiswa dapat memahami tentang konsep dasar sosiologi yang terdiri dari norma, kelompok, peran sosial, perubahan sosial, tradisi, etnis.
- Mahasiswa dapat memahami tentang materi IPS SD yang berhubungan dengan konsep-konsep sosiologi..
4.
Materi
1.
Obyek studi sosiologi adalah interaksi
manusia.
2.
Konsep dasar
sosiologi, diantaranya
:
a. Norma adalah aturan tidak tertulis yang berlaku di masyarakat. Mula-mula norma
tersebut terbentuk secara tidak sengaja, namun lama kelamaan norma-norma
tersebut dibuat secara sadar. Terdapat empat (4) macam norma yang berlaku di
masyarakat yaitu norma agama, norma susila, norma kesopanan dan norma hukum.
b. Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai keinginan untuk menjadi satu
dengan manusia lain di sekelilingnya. Kriteria utamanya, seperti kepentingan,
bertempat tinggal di suatu wilayah tertentu, sikap yang sama dari
anggota-anggota kelompok yang bersangkutan, organisasi sosial yang temporer
(tidak tetap) dan perbedaan dalam kedudukan, prestise, kesempatan dan tingkat
ekonomis.
c. Peran Sosial
adalah
peran dan kedudukan seseorang dalam masyarakat. Biasanya berhubungan dengan
kedudukan sosial yang diartikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam
suatu kelompok sosial.
d. Perubahan Sosial, disebabkan oleh :
1.
Sesuatu yang dianggap sudah tidak memuaskan lagi adanya.
2.
Masyarakat mengadakan perubahan karena menyesuaikan dengan faktor-faktor
lain yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.
3.
Masyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa.
e.
Tradisi sering diartikan sebagai
adat maupun kebiasaan yang berlaku di masyarakat.
f.
Etnis (suku atau ras)
merupakan
ciri-ciri fisik manusia.
3. Materi IPS SD yang berhubungan dengan konsep-konsep
sosiologi.
Keragaman Suku Bangsa dan
Budaya di Indonesia (Materi IPS Kelas V semester ganjil).
a. Indonesia yang beragam.
b. Keragaman suku bangsa dan
budaya.
c. Pakaian adat.
d. Rumah adat.
e. Keterkaitan sosiologi
dengan keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia.
f. Sikap menghormati
keberagaman suku dan budaya.
A.
Keragaman Suku dan Budaya di Indonesia
1.
Indonesia yang Beragam
Wilayah Negara Indonesia yang sangat luas terdiri dari
daratan dan lautan yang terbentang dari Sabang di Pulau We sampai Merauke di
Pulau Papua didiami oleh berbagai suku bangsa dengan keanekaragaman budaya,
hidup berdampingan untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Keragaman suku bangsa dengan budaya yang berbeda-beda
merupakan kekayaan bangsa yang dapat dijadikan modal dalam melaksanakan
pembangunan di Indonesia.
Perbedaan suku dan budaya menjadi satu
kekuatan untuk menentang segala bentuk yang berusaha memecah belah bangsa dan
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Bhinneka Tunggal Ika
Pada lambang Negara Indonesia “Garuda Pancasila” terdapat tulisan
“Bhinneka Tunggal Ika” yang merupakan semboyan Negara Indonesia. Kalimat
Bhinneka Tunggal Ika pertama kali dicetuskan oleh Empu Tantular dalam Kitab
Sotasoma. Bhinneka Tunggal Ika berarti berbeda-beda tapi tetap satu, memiliki
makna meskipun bangsa Indonesia yang beragam budayanya tetapi merupakan satu
kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang
lainnya.
Kita sebagai bangsa Indonesia harus
menyadari sepenuhnya bahwa wilayah Indonesia yang luas dan terdiri dari
beribu-ribu pulau yang dipisahkan oleh laut atau selat serta didiami oleh
berbagai suku bangsa memudahkan pihak-pihak yang ingin memecah belah Indonesia.
Hal ini tidak boleh terjadi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus
kita pertahankan.
3.
Keragaman
Suku Bangsa dan Budaya
a.
Keragaman
Suku Bangsa
Wilayah Negara Indonesia yang
sangat luas, tebagi menjadi 33 provinsi yang didiami oleh berbagai suku bangsa.
Contoh :
1)
Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam didiami suku : Aceh, Gayo, Tamiang, Simelu, dan Alas.
2)
Provinsi
Jawa Timur didiami suku : Jawa, Madura, Tengger, dan Osing.
b.
Keanekaragaman
Bahasa Daerah
Selain Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, Indonesia juga memiliki lebih dari 600 bahasa
daerah yang tersebar di seluruh wilayah Negara Indonesia. Bahasa daerah sebanyak
itu ada yang dikenal masyarakat Indonesia
pada umumnya dan ada yang tidak dikenal masyarakat umum.
Beberapa contoh bahasa daerah yang kita kenal, antara
lain :
1)
Bahasa
Jawa di Pulau Jawa (Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta).
2)
Bahasa
Sunda di Pulau Jawa (Jawa Barat).
3)
Bahasa Betawi di Pulau Jawa (DKI Jakarta).
c.
Kesenian
Daerah
Kesenian daerah adalah bentuk karya seni yang memberikan
ciri khas dari daerah tertentu. Kesenian daerah berupa seni tari, seni musik (yang
tertuang dalam lagu daerah), drama, dsb.
1)
Tarian
Daerah dan Lagu Daerah
Masing-masing daerah di Indonesia memiliki bentuk tarian
daerah dan lagu daerah yang berbeda-beda.
Contoh :
a)
Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam
(1)
Tarian daerah : Tari
Seudati, Tari Saman, Tari Pukat.
(2)
Lagu daerah :
Bungong Jeumpa, Anju Ahu.
b)
Provinsi
Sumatera Utara
(1)
Tarian daerah : Tari
Manduda, Tari Serampang Dua Belas.
(2)
Lagu daerah :
Sengko-sengko, Pantun Lama.
2)
Alat
Musik Daerah
Alat musik daerah merupakan salah satu hasil karya seni
yang memberikan ciri khusus dari masing-masing daerah di Indonesia.
Beberapa contoh alat musik daerah yang terkenal, antara
lain :
a)
Angklung dan Calung dari Jawa Barat.
b)
Gamelan dari Jawa, Bali, dan Sunda.
c)
Babun
dan Gendek dari Kalimantan.
d)
Ganda
dari Gorontalo.
e)
Bonang
dari Jawa Timur.
3)
Pertunjukan
Rakyat
Contoh pertunjukan rakyat yang banyak dikenal oleh
masyarakat, antara lain :
a)
Lenong
dan Ondel-ondel dari DKI Jakarta.
b)
Wayang Kulit dari Jawa Tengah.
c)
Wayang
Orang dari Jawa Tengah.
d)
Wayang Golek dari Jawa Barat.
e)
Ludruk dari Jawa Timur (Surabaya).
f)
Reog
dari Jawa Timur (Ponorogo).
4.
Pakaian
Adat
Pakaian adat menunjukan ciri khas dari masing-masing
daerah yang merupakan bagian dari budaya daerah di Indonesia. Masing-masing
daerah mempunyai pakaian adat yang berbeda-beda. Kadang-kadang ada beberapa
daerah mempunyai pakaian adat yang berbeda, tetapi ada beberapa kemiripan.
Beberapa contoh pakaian adat dari
berbagai daerah, antara lain :
Gambar : Pakaian
Adat Bangka Belitung Gambar :
Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur
5.
Rumah
Adat
Rumah adat dari masing-masing daerah di Indonesia
berbeda-beda. Rumah adat dapat disebut sebagai rumah asli masyarakat setempat.
Pada era sekarang ini sudah jarang kita jumpai rumah adat, walaupun di daerah
asalnya. Bentuk rumah adat dapat kita lihat miniaturnya di Taman
Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta.
![]() |
Beberapa contoh rumah adat, antara lain :
Gambar : Rumah Adat Nangroe Aceh Darussalam
Gambar : Rumah Adat Tongkonan, Sulawesi Selatan
Gambar : Rumah Adat Tongkonan, Sulawesi Selatan
B.
Keterkaitan Sosiologi dengan Keragaman Suku Bangsa dan
Budaya di Indonesia
1.
Hubungan Sosiologi dengan Keberagaman Suku dan Budaya
Sifat majemuk dari bangsa Indonesia, disamping merupakan kebanggaan
hendaknya pula dilihat bahwa suatu negara dengan keanekaragaman suku-bangsa dan
kebudayaan mengandung potensi konflik. Oleh karenanya guna menuju suatu
integrasi nasional Indonesia yang kokoh, terdapat berbagai kendala yang harus
diperhatikan.
Dalam rangka mempersatukan penduduk Indonesia yang beranekawarna, Koentjaraningrat (1982:345-346) melihat ada empat masaah pokok yang dihadapi, ialah :
a.
Mempersatukan
aneka warna suku dan bangsa.
b.
Hubungan antar umat beragama.
c.
Hubungan mayoritas dan minoritas.
d.
Integrasi kebudayaan di Pulau Papua
dengan kebudayaan Indonesia.
2.
Sikap
Menghormati Keberagaman Suku dan Budaya
Kita sebagai
bangsa Indonesia harus bersatu padu agar manjadi satu kesatuan yang bulat dan
utuh. Untuk dapat bersatu kita harus memiliki pedoman yang dapat menyeragamkan
pandangan kita dan tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
demikian, akan terjadi persamaan langkah dan tingkah laku bangsa Indonesia.
Pedoman tersebut adalah Pancasila, kita harus dapat meningkatkan rasa
persaudaraan dengan berbagai suku bangsa di Indonesia.
Membiasakan
bersahabat dan saling membantu dengan sesama warga yang ada di lingkungan kita,
seperti gotong royong akan dapat memudahkan tercapainya persatuan dan kesatuan
bangsa. Bangsa Indonesia harus merasa satu, senasib sepenanggungan, sebangsa,
dan sehati dalam kekuatan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya
merupakan satu kesatuan wilayah.
Dalam
mengembangkan sikap menghormati terhadap keragaman suku bangsa, dapat terlihat
dari sifat dan sikap dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah sebagai
berikut :
a.
Kehidupan
bermasyarakat tercipta kerukunan seperti halnya dalam sebuah keluarga.
b.
Antara warga
masyarakat terdapat semangat tolong menolong, kerjasama untuk menyelesaikan
suatu masalah, dan kerjasama dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
c.
Dalam
menyelesaikan urusan bersama selalu diusahakan dengan melalui musyawarah.
d.
Terdapat
kesadaran dan sikap yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan.
e.
Sikap dan
keadaan seperti di atas harus dijunjung tinggi serta dilestarikan. Untuk lebih
memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, kita dapat melaksanakan pertukaran
kesenian daerah dari seluruh pelosok tanah air. Dengan adanya kegiatan
pertukaran kesenian daerah tersebut dapat memberikan manfaat bagi bangsa
Indonesia, antara lain:
1)
Dapat saling pengertiaan antarsuku
bangsa
2)
Dapat lebih mudah mencapai persatuan
dan kesatuan
3)
Dapat mengurangi prasangka antar
suku
4)
Dapat
menimbulkan rasa kecintaan terhadap tanah air dan bangsa
5. Pengalaman Belajar / Skenario Pembelajaran.
a. Pendahuluan (10 menit)
·
Apersepsi dengan mengucapkan
salam, menanyakan keadaan mahasiswa, mengingatkan kembali materi minggu yang
lalu tentang konsep-konsep dasar sejarah. Menanyakan tugas minggu yang lalu dan
menyampaikan Kompetensi dasar dan indikator yang akan dipelajari hari ini.
Memberikan motivasi dengan cara memberikan pertanyaan tentang konsep
sosiologi.
b. Kegiatan Inti (75 menit)
·
Eksplorasi
Dalam kegiatan ekplorasi,
dosen menjelaskan tentang 1) obyek studi sosiologi yaitu interaksi manusia. 2)
konsep dasar sosiologi 3) Materi IPS SD yang berhubungan dengan konsep-konsep
sosiologi.
1) Memfasilitasi terjadinya
interaksi antar mahasiswa maupun interaksi mahasiswa dengan dosen dan sumber
belajar lainnya.
2) Melibatkan mahasiswa
secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
·
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi,
dosen
1) membiasakan mahasiswa
membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna.
2) Memfasilitasi mahasiswa
melalui pemberian tugas, diskusi dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik
secara lisan maupun tertulis.
3) Menyiapkan 66 buah gambar
yang berkaitan dengan materi untuk dianalisis oleh mahasiswa.
4) Beberapa mahasiswa
disuruh bergantian maju ke depan untuk menyesuaikan gambar yang dipersiapkan
dari 33 propinsi, penunjukan mahasiswa dengan menggunakan talking stick.
5) Memberi kesempatan untuk
berfikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut.
6) Memfasilitasi mahasiswa
berkompetensi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar.
7) Memfasilitasi mahasiswa
untuk menyajikan hasil kerja individual.
8) Memfasilitasi mahasiswa
melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri.
·
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi,
dosen :
1) Bertanya jawab tentang
hal_hal yang belum diketahui mahasiswa.
2) Bersama siswa bertanya
jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.
c. Kegiatan Penutup (15 menit)
Dalam kegiatan penutup,
dosen :
1) Bersama-sama dengan
mahasiswa dan/ atau sendiri membuat rangkuman pelajaran.
2) Menanyakan kesulitan atau
hambatan yang dialami mahasiswa selama proses pembelajaran.
3) Melaksanakan post test.
4) Memberikan tugas
individu, yaitu membuat kliping gambar-gambar pakaian adat, rumah adat dan
tarian daerah.
5) Menutup pelajaran dengan
mengucapkan salam.
6.
Alat/ Bahan/
Sumber Belajar
a. LCD, Laptop.
b. Slide Powerpoint.
c. Peta
Dinding Indonesia.
d. Gambar
rumah adat, pakaian adat, tarian daerah.
e. Bambang
Warsito, 2009, Konsep Dasar Ilmu
Pengetahuan Sosial, Surya Pena Gemilang, Malang.
f. Endang
Susilaningsih dan Linda S. Limbong, 2008, Ilmu
Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas 5, Pusat Perbukuan Depdiknas.
g. George
Ritser, 2007, Sosiologi Ilmu Pengetahuan
Berparadigma Ganda, Raja Grafindo Persada, Jakarta
h. Koentjaraningrat,2005, Pengantar
Ilmu Antropologi, Rineka Cipta,
Jakarta.
i. Soerjono
Soekanto, 2000, Sosiologi Suatu
Pengantar, Rajawali Pers, Jakarta.
j. Siti
Halimatus S, 2012, Ilmu Pengetahuan Sosial Sekolah Dasar (Buku Ajar), PGSD
Universitas Kanjuruhan Malang.
7. Rancangan
Penilaian
Hadiran Min 75 % + KeTugas + 2 (UTS) + 2
(UAS) / 5
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Penilaian
|
||
|
Teknik
|
Bentuk
Instrumen
|
Contoh Instrumen
|
|
|
1.
Mendeskripsikan obyek studi sosiologi
|
Tes tertulis
|
Uraian
|
Jelaskan obyek studi sosiologi
|
|
2.
Menjelaskan konsep dasar sosiologi
|
Tes tertulis
|
Uraian
|
Jelaskan konsep dasar sosiologi
|
|
3.
Menyebutkan konsep-konsep dasar sosiologi
|
Tes tertulis
|
Uraian
|
Sebutkan 6 konsep dasar sosiologi
|
|
4.
Menyebutkan keragaman suku bangsa
|
Tes tertulis
|
Uraian
|
Sebutkan 10 suku bangsa di indonesia
|
|
5.
Mendeskripsikan keterkaitan sosiologi dengan
keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia
|
Tes tertulis
|
Uraian
|
Jelaskan keterkaitan sosiologi dengan
keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia
|
Malang,14 Desember 2012
Dosen
Pengampu
Dra.
Siti Halimatus Sakdiyah,S.Pd.,M.Pd
Lampiran:
Gambar Pakaian Adat Tradisional Provinsi di Indonesia
1.
Nanggroe
Aceh Darussalam
Pakaian
Adat Aceh "Ulee Balang"
Pakaian Adat Sumatera Utara "Ulos"
Pakaian
Adat Melayu "Indragiri Riau"
4.
Sumatera
Barat

Pakaian
adat Sumatera Barat
Pakaian Adat Melayu Jambi
6.
Kepulauan
Riau
Pakaian
Adat Melayu "Siak Riau"
7.
Bengkulu
Pakaian Adat Bengkulu
8.
Sumatera
Selatan
Pakaian Adat Sumatera Selatan Aesan Gede
Pakaian
Adat Bangka Belitung
Pakaian Adat Lampung
11. DKI Jakarta
Pakaian Adat Pengantin Betawi
12. Banten
Pakaian Adat Banten
13. Jawa Barat
![]() |
Pakaian Adat Jawa Barat
14. Jawa Tengah
Pakaian Adat Jawa Tengah
15. DIY Yogyakarta
Pakaian Adat Yogyakarta
16. Jawa Timur
![]() |
Pakaian Adat Jawa Timur
17. Bali
![]() |
Pakaian Adat Bali
18.
Nusa
Tenggara Barat
Pakaian Adat NTB
19. Nusa Tenggara Timur
Pakaian Adat NTT
20. Kalimantan Barat
Pakaian Adat Kalimantan
Barat
21. Kalimantan Tengah

Pakaian Adat Kalimantan
Tengah
22. Kalimantan Timur
Pakaian Adat Kalimantan
Timur
23. Kalimantan Selatan

Pakaian Adat Kalimantan
Selatan
24. Sulawesi Selatan
Pakaian Adat Sulawesi
Selatan
25. Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Sulawesi
Tengah
26. Sulawesi Tenggara
Pakaian Adat Sulawesi
Tenggara
27. Gorontalo
Pakaian Adat Gorontalo
28. Sulawesi Utara
Pakaian Adat Sulawesi
Utara
29. Sulawesi Barat
Pakaian Adat Toraja
30. Maluku
Pakaian Adat Ambon
31. Maluku Utara
Pakaian Adat Maluku Utara
32. Papua
Pakaian Adat Papua
33. Papua Barat
Pakaian Adat Ewer
Gambar Rumah
Adat Tradisional Provinsi di Indonesia
1.
Nanggroe
Aceh Darussalam
Rumah Aceh
2.
Sumatera Utara
Rumah Adat
Balai Batak Toba
3.
Riau
Rumah Melayu
Selaso Kembar
4.
Sumatra Barat
Rumah Gadang Minangkabau
5.
Jambi
Jambi
Rumah Panggung
6.
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau
Rumah Limas Potong
7.
Bengkulu
Bengkulu
Rumah Bubugan Lima
8.
Sumatera
Selatan
Sumatera
Selatan
Rumah Limas
9.
Bangka Belitung
Bangka Belitung
Rumah Rakit
10.
Lampung
Lampung
Rumah Adat
Nuwo Sesat
Rumah Kebaya
12.
Banten
Banten
Rumah Panggung Banten
Rumah Kasepuhan Cirebon
14.
Jawa Tengah
Jawa Tengah
Rumah Joglo
15.
Daerah Istimewa Yogyakarta

Rumah Bangsal Kencono
16.
Jawa Timur

Rumah Joglo
Rumah Gapura Candi Bentar
Rumah Dalam Loka Samawa
Sao
Ata Mosa Lakitana
20.
Kalimantan Barat
Rumah Panjang (Rumah Adat Suku Dayak)
Rumah Bentang
22.
Kalimantan
Timur
Kalimantan
Timur
Rumah Lamin
Rumah Banjar
24.
Sulawesi Selatan

Rumah Tongkongan
Rumah Sauraja atau Rumah Besar
26.
Sulawesi
Tenggara
Sulawesi
Tenggara
Rumah Laikas
27.
Sulawesi
Utara
Sulawesi
Utara
Rumah Adat Boolang
Mongondow
28.
Sulawesi Barat

Rumah Tongkongan
Rumah Doloupa
30.
Maluku
Maluku
Rumah
Baileo
31.

Maluku Utara 33.
Papua

Maluku Utara 33.
Papua
Rumah Baileo Rumah
Hanoi
32.
Papua Barat
Rumah Hanoi
SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)
Oleh : Dra. Siti Halimatus Sakdiyah,S.Pd.,M.Pd

UNIVERSITAS
KANJURUHAN MALANG FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2012


































informatif sekali , thanks infonya
BalasHapusModern Industrial Estate